Kementan Bentuk Tim Penyusun Rencana Strategis Jangka Panjang Pembangunan Pertanian 2013 – 2035

Posted on

Jakarta – Dalam rangka mengantisipasi perkembangan ekonomi dunia dan memanfaatkan peluang ekonomi, Kementerian Pertanian telah melaksanakan pengukuhan Tim Penyusun Rencana Strategis Jangka Panjang Pembangunan Pertanian 2013 – 2035 yang dilaksanakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jl Harsono RM No. 3, Ragunan-Jakarta Selatan pada tanggal 4 Januari 2011.

Tim Penyusun tersebut terdiri dari Tim Pengarah yang diketuai oleh Menteri Pertanian Dr. Suswono, Tim Perumus yang diketuai oleh Prof. Dr. Bomer Pasaribu, SE, SH, MS dan Tim Teknis yang diketuai oleh Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pertanian. Ketiga Tim tersebut melaksanakan tugasnya selama dua  tahun. Dalam kegiatannya, Tim Teknis bertanggung jawab dan wajib menyampaikan laporan kepada Ketua Tim Perumus. Selanjutnya, Tim Perumus bertanggung jawab dan wajib menyampaikan laporan kepada Ketua Tim Pengarah. Dan Tim Pengarah bertanggung jawab dan wajib menyampaikan laporan kepada

 

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menyampaikan beberapa permasalahan mendasar sektor pertanian dan tantangan pembangunan pertanian Indonesia ke depan. Dimana, untuk menghadapinya diperlukan perencanaan strategis yang kuat dan menjadi dasar arah penentu kebijakan dan cara kerja membangun pertanian ke depan. Untuk itu, diperlukan pemikiran cara kerja yang bukan ”bussiness as usual” namun mampu membuat lompatan dan menjadi penggerak perekonomian Indonesia ke depan. Karenanya, Mentan membentuk Tim yang terdiri dari para ahli yang berpengalaman sebagai pelaku penyelenggara pemerintah di bidang pertanian terdiri dari beberapa Mantan Menteri Pertanian, pakar Perguruan Tinggi, pengamat, pemikir dan praktisi di bidang pertanian.

Lebih jauh, Mentan berharap dengan perencanaan tersebut akan mampu menghasilkan Rencana Strategis yang mencakup visi, misi, tujuan/ sasaran, arah kebijakan dan program pembangunan pertanian yang berkualitas yaitu:

 

  1. Rencana Strategis yang visioner dan komprehensif

  2. Rencana yang mampu mengantisipasi tantangan global dan perdagangan internasional

  3. Rencana yang mampu menjadi rujukan semua pelaku pertanian dan sektor-sektor terkait tidak hanya Kementerian Pertanian

  4. Pembangunan pertanian yang mampu jadi penggerak perekonomian nasional

  5. Rencana strategis yang mampu menciptakan pertumbuhan yang berkualitas yaitu yang mampu mensejahterakan rakyat petani

  6. Pembangunan pertanian yang mampu menciptakan kemandirian pangan dan tumbuh berkembangnya agribisnis

  7. Rencana strategis yang mampu mengatasi masalah- masalah klasik pembangunan pertanian.

Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *